Galleri

Gosong Pulau Semak Daun

Gosong ini biasanya disebut orang pulau sebagai pulau balik layar. sangat jarang pulau ini terlihat, hanya ketika air laut sedang surut pulau ini baru terlihat.

Menikmati sunset di kepulauan seribu

sunset merupakan mahakarya Tuhan yang paling indah. Tidak ada kata yang bisa mendeskripsikan keindahannya. proses pergantian siang dan malam ini menjadi salah satu bukti keagungan Tuhan sang maha pencipta.

Gusung pemisah pulau pahawang besar dan kecil

pulau pahawang tak hanya terkenal dengan taman lautnya. gusung ini juga menjadi salah satu icon terkenal pulau pahawang. gusung pemisah antara pulau pahawang besar dan pulau pahawang kecil.

Gosong Pulau Harapan

Gosong pulau harapan menjadi destinasi wajib jika kalian hoping island di pulau harapan. pasir putihnya yang bersih dan lembut serta berada ditengah-tengah lautan menjadikannya spot yang OK untuk foto-foto.

Jalan Santai Baduy Dalam

menelusuri keindahan suku baduy dalam. kalian akan disuguhkan pemandangan alam khas gunung kendeng, rumah-rumah panggung suku baduy yang tertata rapi dan juga penduduknya yang ramah dan menjunjung tinggi toleransi.

Climbing Via Ferata

Climbing Via Ferata gunung Parang di Purwakarta. Menjadi arena untuk sedikit memacu adrenalin kalian, rasakan bedanya memanjat dan mendaki sebuah gunung.

Banyak Jalan Menuju Baduy Dalam

Jalur-Jalur menuju Baduy Dalam yang harus kalian ketahui,

Suku Baduy menjadi destinasi wisata budaya di Lebak. Tinggal di pegunungan Kendeng, dengan kontur berbukit mereka hidup berdampingan dengan alam. Mereka diberikan “hak ulayat” oleh pemda Lebak untuk mengelola hutan di pegunungan Kendeng sekaligus mendiaminya sebagai tempat tinggal.

Suku baduy ini terbagi menjadi 2, yaitu suku Baduy Luar dan Baduy Dalam. Baduy luar menggunakan listrik dan teknlogi lainnya dalam kehidupan mereka. Sedangkan baduy dalam masih “keukeuh” dengan warisan leluhurnya untuk tidak menggunakan listrik dan teknologi lainnya dalam kehidupan mereka.

Biasanya wisatawan “mengincar” suku Baduy Dalam dalam kunjungan mereka. Dan untuk informasi bagi kalian yang akan berkunjung ke Baduy Dalam. ada beberapa jalur yang bisa kalian jadikan pilihan untuk menuju lokasi tempat tinggal suku Baduy Dalam. mulai dari yang jauh sampai yang terdekat dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Jalur Ciboleger,


Jalur mainstream untuk menuju baduy dalam dari desa Ciboleger, desa terakhir yang bisa diakses oleh kendaraan bermotor. Jalur ini merupakan jalur wisata baduy, karena disini juga tersedia aneka macam oleh-oleh untuk wisatawan yang berkunjung ke Baduy. Selain itu kita juga akan melewati beberapa perkampungan Baduy luar dengan segala aktivitasnya. Kelebihannya yaitu kita bisa bebas mendokumentasikan aktivitas suku Baduy Luar sesuka hati bagi yang hobi fotografi. Susunan rumah-rumah panggungnya, jembatan bambunya, dan aktivitas wanita baduy yang sedang menenun menjadi objek yang menarik.

Terlepas dari kelebihannya, kita juga akan dihadapkan keadaan yang sedikit sulit untuk memilih. Jalur ini membutuhkan waktu tempuh 4-5 jam perjalanan untuk sampai di pemukiman suku  Baduy Dalam. waktu tempuh tersebut waktu normal, tentunya disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing. Untuk yang hobi adventure mungkin akan menjadi hal yang menyenangkan, namun jika belum terbiasa jalan jauh tentu harus mempersiapkan kondisi fisiknya.

Jalur Cijahe dan Nanggerang


Nah untuk kalian tidak suka jalan jauh, ada alternatif jalur lain yang bersahabat bagi kalian. Melalui akses desa cijahe atau nanggerang. Desa ini letaknya lebih jauh dari desa ciboleger, namun menjadi yang terdekat aksesnya menuju baduy dalam. waktu tempuh hanya 1-2 jam perjalanan dengan kondisi trek yang cukup bersahabat.

Akan tetapi, kalian tidak akan menemui perkampungan baduy luar dijalur ini. Sehingga akan sedikit dokumentasi yang kalian dapatkan selain hanya ladang dan hutan pegunungan kendeng. Karena kita akan masuk ke perbatasan baduy dalam. sedangkan jika kalian sudah masuk wilayah baduy dalam tidak diperkenankan untuk mengambil dokumentasi dalam bentuk gambar.

Jalur Cangkuam/Cangkuem.


Jalur ini biasanya menjadi jalur kepulangan dari suku Baduy Dalam. mengapa begitu? Karena dijalur ini wisatawan akan menemui jembatan akar. Jembatan ini juga menjadi spot kunjungan wisatawan di Baduy. Jembatan akar menjadi spot hits untuk berfoto. Karena memang jembatanya yang unik tersebut.

Biasanya jalur ini hanya menjadi jalur untuk pulang dari Baduy Dalam menuju Baduy Luar yang akan berakhir di desa Cangkuam. Jarang sekali wisatawan melakukan start awal dari sini. Jarak tempuhnya hampir sama seperti jalur Ciboleger kurang lebih 4-5 jam.


Nah, sudah pada tau kan kelebihan dan kekurangan masing-masing akses. Tentunya kalian bebas memilih, mau yang jauh atau yang dekat, mau foto-foto atau tidak. Mau berangkat dan pulang lewat jalur yang sama atau berbeda, bebas. Sesuaikan dengan maksud dan tujuan kalian ke Baduy ya dan diskusikan dengan lokal guidenya. Happy Trekking . . . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar