Jalur-Jalur
menuju Baduy Dalam yang harus kalian ketahui,
Suku Baduy
menjadi destinasi wisata budaya di Lebak. Tinggal di pegunungan Kendeng, dengan
kontur berbukit mereka hidup berdampingan dengan alam. Mereka diberikan “hak
ulayat” oleh pemda Lebak untuk mengelola hutan di pegunungan Kendeng sekaligus
mendiaminya sebagai tempat tinggal.
Suku baduy ini
terbagi menjadi 2, yaitu suku Baduy Luar dan Baduy Dalam. Baduy luar
menggunakan listrik dan teknlogi lainnya dalam kehidupan mereka. Sedangkan
baduy dalam masih “keukeuh” dengan warisan leluhurnya untuk tidak menggunakan
listrik dan teknologi lainnya dalam kehidupan mereka.
Biasanya
wisatawan “mengincar” suku Baduy Dalam dalam kunjungan mereka. Dan untuk
informasi bagi kalian yang akan berkunjung ke Baduy Dalam. ada beberapa jalur
yang bisa kalian jadikan pilihan untuk menuju lokasi tempat tinggal suku Baduy
Dalam. mulai dari yang jauh sampai yang terdekat dengan segala kekurangan dan
kelebihannya.
Jalur Ciboleger,
Jalur mainstream
untuk menuju baduy dalam dari desa Ciboleger, desa terakhir yang bisa diakses
oleh kendaraan bermotor. Jalur ini merupakan jalur wisata baduy, karena disini
juga tersedia aneka macam oleh-oleh untuk wisatawan yang berkunjung ke Baduy.
Selain itu kita juga akan melewati beberapa perkampungan Baduy luar dengan
segala aktivitasnya. Kelebihannya yaitu kita bisa bebas mendokumentasikan
aktivitas suku Baduy Luar sesuka hati bagi yang hobi fotografi. Susunan
rumah-rumah panggungnya, jembatan bambunya, dan aktivitas wanita baduy yang
sedang menenun menjadi objek yang menarik.
Terlepas dari
kelebihannya, kita juga akan dihadapkan keadaan yang sedikit sulit untuk
memilih. Jalur ini membutuhkan waktu tempuh 4-5 jam perjalanan untuk sampai di
pemukiman suku Baduy Dalam. waktu tempuh
tersebut waktu normal, tentunya disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.
Untuk yang hobi adventure mungkin akan menjadi hal yang menyenangkan, namun
jika belum terbiasa jalan jauh tentu harus mempersiapkan kondisi fisiknya.
Jalur Cijahe dan
Nanggerang
Nah untuk kalian
tidak suka jalan jauh, ada alternatif jalur lain yang bersahabat bagi kalian.
Melalui akses desa cijahe atau nanggerang. Desa ini letaknya lebih jauh dari
desa ciboleger, namun menjadi yang terdekat aksesnya menuju baduy dalam. waktu
tempuh hanya 1-2 jam perjalanan dengan kondisi trek yang cukup bersahabat.
Akan tetapi,
kalian tidak akan menemui perkampungan baduy luar dijalur ini. Sehingga akan
sedikit dokumentasi yang kalian dapatkan selain hanya ladang dan hutan
pegunungan kendeng. Karena kita akan masuk ke perbatasan baduy dalam. sedangkan
jika kalian sudah masuk wilayah baduy dalam tidak diperkenankan untuk mengambil
dokumentasi dalam bentuk gambar.
Jalur
Cangkuam/Cangkuem.
Jalur ini
biasanya menjadi jalur kepulangan dari suku Baduy Dalam. mengapa begitu? Karena
dijalur ini wisatawan akan menemui jembatan akar. Jembatan ini juga menjadi
spot kunjungan wisatawan di Baduy. Jembatan akar menjadi spot hits untuk
berfoto. Karena memang jembatanya yang unik tersebut.
Biasanya jalur
ini hanya menjadi jalur untuk pulang dari Baduy Dalam menuju Baduy Luar yang
akan berakhir di desa Cangkuam. Jarang sekali wisatawan melakukan start awal
dari sini. Jarak tempuhnya hampir sama seperti jalur Ciboleger kurang lebih 4-5
jam.
Nah, sudah pada
tau kan kelebihan dan kekurangan masing-masing akses. Tentunya kalian bebas
memilih, mau yang jauh atau yang dekat, mau foto-foto atau tidak. Mau berangkat
dan pulang lewat jalur yang sama atau berbeda, bebas. Sesuaikan dengan maksud
dan tujuan kalian ke Baduy ya dan diskusikan dengan lokal guidenya. Happy
Trekking . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar